JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono mengucapkan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Repubik Indonesia, Selasa 20 Oktober 2009.
SBY menjadi Presiden RI kedua kalinya atau kembali menempati posisi yang sebelumnya juga dia jabat.
Usai mengucapkan sumpah, SBY dan Boediono langsung menandatangani surat pernyataan bersama Ketua MPR Taufiq Kiemas dan para Wakil Ketua MPR lainnya.
Dengan ditandatanganinya surat pernyataan tersebut sekira pukul 10.17 WIB, SBY dan Boediono resmi menjadi pasangan Presiden dan Wapres untuk periode 2009-20014.
Selanjutnya pimpinan MPR menyerahkan berita acara pelantikan kepada SBY dan Boediono.
Setelah ini, SBY dijadwalkan menyampaikan pidato pelantikannya.
SBY dan Boediono dilantik setelah ditetapkan sebagai pemenang dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 oleh Komisi Pemilihan Umum. Mereka berhasil mengumpulkan 60,80 persen suara mengungguli pasangan Megawati - Prabowo (26,7 persen) dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (12,41 persen).(ton)(kem)
Category
- History (1)
- LOWONGAN PEKERJAAN (1)
- PROFIL (1)
- rekreasi (1)
10/19/2009
SBY Resmi Jadi Presiden RI Kedua Kalinya
Diposkan oleh
aan gili
di
22:35
0
komentar
Link ke posting ini
6/15/2009
Posisi dan Potensi Ekonomi Pedagang Kaki Lima dalam Pembangunan Ekonomi
Check out this SlideShare Presentation:
Diposkan oleh
aan gili
di
20:22
0
komentar
Link ke posting ini
6/04/2009
NGABAYOTN

Andreas Aan
Ritual perayaan padi yang disebut Ngabayotn merupakan upacara syukuran terhadap hasil panen yang diperoleh pada musim bertani sebelumnya.
Ngabayotn yang dilaksanakan di daerah Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, disebut Ngabayotn bersama. Disitu berkumpul seluruh masyarakat dan pemuka masyarakat untuk merayakan ritual panen padi masyarakat adat Dayak Salako.
Ngabayotn merupakan pesta ritual padi yang dilaksanakan setahun sekali setelah panen padi selesai. Dalam pelaksanaannya ritual ini dihadiri oleh tokoh yang dituakan kan atau yang disebut Tongkor Binuo Garantukng Sakawokng,dan juga dihadiri oleh Kapalo Binuo.
Binuo Garantukng Sakawokng bangkit kembali 1 Juni 2004 lalu, kesepuluh desa yang tergabung dalam wilayah adat Binuo Garantukng bermufakat untuk mengadakan Ngabayotn bersama, setelah masing-masing keluarga di sepuluh desa itu melaksanakan Ngabayotn.
Ngabayotn bersama itu dimaksudkan untuk memotivasi masyarakat tani di desa-desa untuk dapat meningkatkan ekonomi rumah tangganya dan melestarikan adat serta budaya mereka. Hal itu dilakukan agar ekonomi rumah tangga mereka membaik, sebagai petani mereka harus bertani, menanam padi. Masyarakat adat di desa dapat melaksanakan adat ritual padi Ngabayotn kalau mereka berladang atau bersawah menanam padi, yang dalam bahasa Dayak Salako disebut Baumo Batahutn.
biasanya beberapa hari sebelumnya telah dilaksanakan serangkaian kegiatan dalam perayaan Ngabayotn tersebut. Diantaranya pertandingan olahraga dan permainan rakyat .
Diposkan oleh
aan gili
di
21:15
0
komentar
Link ke posting ini
4/29/2009
MANCING

tinggal di kelilingi oleh sungai besar di Sekadau, yaitu sungai kapuas dan Sungai Sekadau membangkitkan kembali hobi mancing pada masa kecil dulu. masih ingat waktu SD dikampung, pulang dari sekolah SDS Nyarumkop menuju rumah di Tainam kurang lebih 1KM jaraknya dengan teman-teman berjalan kaki.
kalau sudah mendekati musim kemarau, setelah pulang sekolah, singgah dulu di Nek Mudih tempat teman untuk mencari Aur (Bambu Aur) yang digunakan untuk joran memancing. berjam-jam untuk memilih mana aur yang terbaik, yang dipilih biasanya ukurannya tidak terlalu besart diameternya yang penting batangnya lurus kalaupun melengkung yang dicari lengkungannya kearah bawah.
setelah mendapatkan bererapa buah dan dirasa cukup untuk dibawa mancing sorenya kami pun pulang.
musim kemarau adalah masa yang menyenangkan bagi kami untuk turun kesawah memancing diparit-parit sawah atau disungai-sungai kecil disekitar sawah.
dengan umpan cacing dan kodok kami pulang dengan hasil cukup untuk makan sekeluarga, ikan yang sering dibawa kadang ikan Bala'o (Gabus), Batok (sepat) kadang juga lele.
sambil mancing kami juga masang tajur, ada beberapa buah yang dipasang disekitar kita memancing agar mudah untuk mengawasinya jika mendapatkan ikan.
kembali kecerita disekadau saat ini. naluri memancing muncul lagi melihat sungai-sungai besar yang ada disekitar. memancing disungai besar adalah pengalaman baru yang belum pernah didapatkan dari kampung waktu kecil dulu, karna tidak ada sungai besar di Nyarumkop sebesar sungai Kapuas.
sekarang tidak lagi mengunakan bambu aur untuk joran, dengan menggunakan perlengkapan mancing yang mudah didapat ditoko-toko di Sanggau saya saban sore kalau ada kesempatan sudah ada di lanting-lanting atau diatas perahu yang besandar untuk memancing.
dalam menggunakan umpan saya mendapat resep dari teman-teman mancing, yang lebih sering digunakan selain cacing, saya menggunakan kuning telur bebek sebagai umpan.
kuning telur bebek sangat amis mungkin ini yang menjadi daya tariknya sehingga dengan umpan ini jarang pulang dengan tangan kosong. ikan yang sering didapat dari umpan ini juara (juala) dan baung dengan ukuran yang variatif.
Diposkan oleh
aan gili
di
19:36
0
komentar
Link ke posting ini
3/19/2009
Kembali Ke Kampus

ditulis oleh: Andreas Aan
Lama sudah aku tidak mampir ke bekas Kampusku di salah satu pusat jantung kota Pontianak yaitu Widya Dharma, walau kadang ada beberapa kali hanya sekedar lewat. Ada urusan sedikit kebetulan turun ke Pontianak, sahabat ku yang baru 4 bulan aku kenal kebetulan juga alumni WD masuk pada tahun yang sama tapi tidak pernah akrap dan bahkan tidak saling kenal menitipkan kepada ku sebuah pekerjaan untuk mengambil ijasahnya yang dilegalisir.
Setelah urusan kedatanganku ke Pontianak selesai aku pun bergegas menuju ke Kampus Wd yang sudah menjelma menjadi bangunan gedung bertingkat dan semakin bonafit saja keliatannya. aku masih ingat dulu dikampus ini lah banyak kesan2 indah yang aku dapatkan mulai mengenal individu2 yang beragam dari berbagai daerah yang kumpul menjadi satu di WD, disini selain Ilmu yang aku dapatkan pengalaman2 dengan teman2 dan para dosen2 yang mengajar, juga sempat pacaran dengan teman sekelasku he.
tidak perlu lama untuk aku mengingat kenangan itu malah semakin menambah kerinduankua untuk kembali berkumpul dengan teman2 lama waktu kuliah dulu, sebelum kesekretariat aku sebenarnya ingin mampir ketempat bang buyung pemilik kantin tepat didepan pagar masuk kampus yang selalu menjadi langganan melepas penat duduk didalam kelas, ternyata bang buyung yang slalu akrab dengan wajah sendunya tak tapak dikantinnya jadi aku arahkan saja terus motorku kearah sekretariat yang tidak jauh dari kantin bang Buyung.
setelah parkir motor diantara motor2 yang tidak terlalu banyak parkir pagi itu aku melangkahkan kaki menuju tangga yang mengarah ke sekretariat, aku sempat berdiam sembentar ragu2 karna takutnya ruangan sekretariatnya pindah ke ruangan lain diantara gedung tersebut maklum sudah lama tidak bersua he. ternyata setelah berhenti disebuah ruangan yang aku tuju, sekretariat masih menggunakan ruang lama dan tidak banyak pembenahan yang terjadi diruangan itu walau disekitarnya sudah berdiri gedung2 kampus yang baru menambah ruangan2 kelas sejalan dengan jurusan yang semakin bertambah.
aku segera masuk dan tidak lama bagiku untuk menunggu, medekat kepadaku sorang ibu yang sudah tidak asing walaupun sebenarnya aku lupa nama beliau, dia sudah lama bekerja disekretariat tersebut.
"ada yang bisa saya bantu" tanyanya, aku tersenyum kearahnya dengan balas menjawab pertanyaan ibu itu, "mau ambil ijasah teman bu yang dilegalisir kemarin" jawabku.
ibu itu terus menatapku untuk menyakinkan bahwa dia mengenal ku, "kamu anak WD kan dulunya", dengan tertawa kecil aku menjawab "iya bu he, teman nitip minta tolong diambilkan ijashnya" terus aku sebutkan nama lengkapnya dan jurusannya.
sambil memalik-balik berkas ijasah yang ada diatas meja, kami berbicara akrab bertanya kabar, pekerjaan sekarang hingga ke pertanyaan yang klasik "udah Merid belum ?, terlalu sering aku mendengar pertanyaan itu he.
"belumlah bu", jawabku. setelah selesai dan ijasah diketemukan kemudian diserahkan kepadaku, aku juga sekalian menitipkan ijasah buat dilegalisir. "besok baru bisa diambil, karna pak Krisnya gak ada" kata salah satu Karyawan lain yang ada disitu, "gak apa nanti kapan sekalian datang ke Pontianak aja aku ambil" jawabku singkat.
Ada satu sosok yang menarik perhatianku ya Ibu lili bekas dosenku dan juga kepala di Sekretariat tersebut, ingin aku menegurnya untuk sekedar bersapa-sapa. Beliau cukup dikenal tegas diantara dosen2 yang ada, dan aku cukup dikenal oleh beliau, mungkin kenakalan dan keidealisan yang cukup kental waktu kuliah dulu he... sayang dia tidak menatap kearah ku, keliatan beliau sibuk dengan pekerjaannya.
Akhirnya aku berlalu meninggalkan ruangan sekretariat menuju kebawah ketempat parkir motorku, tidak jauh dari turun tangga aku bertemu dengan mantan dosenku Pak Hartono khas dengan wajah Baby facenya he, dengan beliau cukup akrap juga waktu kuliah suka ngejar2 beliau buat nawar2in produk. Waktu mengajar beliau cukup asik dan bisa mencerahkan suasana dengan guyonan2nya. "apa kabar pak" sapa ku, "he baik jak, kemana aja selama ini" jawabnya dengan suasana akrab sambil kami bersalaman. setelah cukup lama berbincang-bincang, dan akan segera berakhir aku sempat kasih pertanyaan ringan ke beliau "gak ikut caleg pak, peluang sekarangkan besar" tanya ku, "hehe kau bisa aja, nanti kau jak yang ikut ya, biat aku (karna sudah akrab beliau sering menggunakan kata "aku")yang sponsori" jawabnya sambil berlalu.
Asik juga ternyata, setelah lama tidak bersua, suasana kampus dan keakraban dosen nya masih kerasa..
Sudah dulu lah ya, nulisnya ini juga baru pulang dari WD langsung ke Kafe Borneo di Patimura tempat biasa aku OL klu datang ke Pontianak.
Diposkan oleh
aan gili
di
22:53
0
komentar
Link ke posting ini
3/15/2009
MUTIH TANOH DAYOK SALAKO DI SINGKAWANG
ditulis oleh: Andreas Aan
Masyarakat Dayak tidak terlepas dari kehidupan yang tergantung pada hutan disekitarnya, baik dalam memenuhi kebutuhan pokoknya maupun sekedar memenuhi kebutuhan sayuran dan lauk-pauknya. Hutan menjadi rumah kedua dalam kesehariaannya. Sebagian masyarakat Dayak yang ada di pulau Kalimantan ini percaya bahwa hutan juga dihuni oleh roh para leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
Hal ini berlaku juga bagi Masyarakat Dayak Salako yang ada di Kota Singkawang, sebelum memulai membuka hutan untuk keperluan berladang atau membuka area perkebunan diadakan suatu upacara dengan tujuan untuk permisi atau meminta ijin kepada para leluhur yang menghuni hutan tersebut. Ritual nya disebut Mamutih Tanoh/Mutih Tanoh dimana upacara tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Adat. Dalam upacara Mamutih Tanoh disiapkan seekor Babi bewarna hitam yang disembelih ditempat upacara yang disiapkan untuk ritual Mamutih Tanoh. Kepala Adat atau yang disebut Panyangohot menyiapkan sajian khusus bagi arwah leluhur yang berada disekitar hutan sambil Nyagohot atau membaca doa/mantar kepada leluhur agar merestui dan memberi kemudahan dalam pengerjaan sehingga usaha untuk berladang dan berkebun dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan, dan juga tujuan daripada ritual ini agar para petani yang berladang dapat terhindar dari kesialan yang dapat menghambat usaha untuk berladang tersebut.
Parang dan kapak yang akan digunakan untuk berladang juga ikut didoakan oleh Panyagohot dengan tujuan agar parang2 dan kapak2 tersebut dapat digunakan dengan baik dan tidak memberikan dampak negative bagi empunya dalam bekerja.
Begitulah orang dayak Salako dalam menghargai hutan yang memberikan banyak sumber kehidupan bagi kelangsungan hidup, dan dalam usaha tetap menjaga keseimbangan ekosistem didalamnya, setelah berladang selesai dengan diakhiri masa panen padi sisa dari lading tersebut biasanya ditanami dengan pohon-pohon keras seperti karet sehingga kelestarian alam masih akan tetap terus terjaga.
Diposkan oleh
aan gili
di
05:12
0
komentar
Link ke posting ini
BUKONGK
wajah bukongk yang terbuat dari pelepah kelapa ada juga yang terbuat dari kayu bulat yang dpahat dan diukir sedemikian rupa sehingga menyerupai wajah yang menyeramkan
BUKONGK
bukongk sedang beraksi menari-nari yang diperankan oleh orang kampung setempat yang dianggap layan untuk memerankannya
BUKONGK
warga sekampung sedang makan setelah jenasah dikuburkan dan ini adalah makan penutup setelah rangkaian upacara bukong berlangsung
Blog Archive
-
▼
2009
(7)
- ► April 2009 (1)
-
►
2008
(6)
- ► Oktober 2008 (4)
-
►
2007
(26)
-
►
November 2007
(13)
- Cornelis Gubernur Baru
- BERITA SUKA DAN DUKA DIBULAN INI
- Bangun Singkawang Tak Hanya Andalkan APBD
- SINGKAWANG PEMIMPIN BARU
- SMS KEMENANGAN DAYAK BEREDAR
- PASANGAN CORNELIS - CHRISTANDY SEMENTARA UNGGUL DI...
- KPUD Digoyang Aksi Demo
- Petikan Sejarah Suku Dayak
- Saatnya Dayak Pimpin Kalbar
- Cornelis-Sanjaya "Guncang" Pontianak
- Cornelis : Siap Kerja Bukan Sebatas Wacana
- Dukungan Luar Biasa Buat Cornelis di Anjungan
- sebuah syair lagu dari kami
-
►
September 2007
(9)
- PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS DEPDAGRI TAHUN 2007
- LATIHAN MENARI
- PROFIL: KETUA FKMKT PERIODE 2007 - 2008
- FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT KANAYATN DI TANGERANG:...
- ADI dari Batangtarang
- KASUS ANGGOTA DI CIKUPA
- FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT KANAYATN DI TANGERANG:...
- DOA PEMBERKATAN BAGI PARA PENGURUS
- FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT KANAYATN DI TANGERANG
-
►
November 2007
(13)
Panyangohot sedang mempersiapkan serangkaian upacara Mutih Tanoh, dan parang2 ini siap untuk didoakan supaya dapat membantu kelancaran empunya dalam beladang


